Pendidikan Karakter dalam Perspektif Islam dan Strategi Implementasinya

  • Siti Nasihatun Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama
DOI: https://doi.org/10.36052/andragogi.v7i2.100
Abstract Views: 33 | PDF (Bahasa Indonesia) Downloads: 20

Downloads

Download data is not yet available.
  
Keywords: character, islamic perspective on character education, islamic character implementation

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pendidikan karakter dalam perspektif Islam dan bagaimana cara mengimplementasikannya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan library reseach. Hasil penelitian in menunjukkan bahwa pendidikan karakter memiliki makna lebih tinggi daripada pendidikan moral, oleh karenanya pendidikan karakter bukan hanya mengajarkan benar salah, tetapi sekaligus menanamkan kebiasaan (habituation) tentang yang baik sehingga siswa menjadi paham, mampu merasakan, dan mau melakukan apa yang baik. Dalam pandangan Islam, karakter itu disebut dengan akhlak. Komponen pendidikan akhlak atau kepribadian meliputi: pengetahuan, sikap, dan perilaku dan identik dengan ajaran agama Islam itu sendiri yang bersumber dari Alquran dan al-Hadis. Dengan demikian, dapat dinyatakan bahwa pendidikan karakter perspektif Islam merupakan sistem perilaku yang diwajibkan dalam agama Islam yang tertuang melalui nash al-quran dan Hadis Rasulullah Saw. Implementasi pendidikan karakter dalam Islam menurut hadis Rasulullah Saw, dapat diklasifikasikan dalam 6 tahapan yaitu:  1) Tauhid (dimulai sejak 0-2 tahun); 2) Adab (5-6 tahun); 3) Tanggung jawab diri (7-8 tahun); 4) Caring-Peduli  (9-10 tahun); 5) Kemandirian (11-12 tahun); dan 6) Bermasyarakat (13 tahun ke atas).

References

Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). (2010). Laporan BSNP Tahun 2010. Jakarta: Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Retrieved from http://www.bsnp-indonesia.org/id/wp-content/uploads/2012/04/Laporan-BSNP-2010.pdf

Departemen Agama RI. (1984). Alquran dan Terjemahannya. Jakarta: Departemen Agama RI.

Gunawan, A. W. (2006). Hypnosys-The Art of Subconscious Communication. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Hafiduddin, D. (2002). Membentuk Pribadi Qur'an. Bandung: Harakah.

Hamzah, Y. (1983). Etika Islam.

Hasan, M. (2002). Pokok-pokok Materi Metodologi Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Komidar, J. (1995). Use of Library. Dalam S. Harahap, Metodologi Studi dan Penelitian Ilmu-ilmu Ushuluddin. Jakarta: Rajawali Press.

Lickona, T. (1991). Educating for Character. New York: Bantam.

Lickona, T. (1999). Religion and Character Education. Phe Delta Kppan.

Majid, A., & Andayani, D. (2013). Pendidikan Karakter Perspektif Islam (Ketiga ed.). Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Marzuki. (2009). Prinsip Dasar Akhlak Mulia: Pengantar Studi Konsep-Konsep Dasar Etika dalam Islam. Yogyakarta: Dsebut Wahana Press-FISE UNY.

Murphy, J. (2002). Rahasia Kekuatan Pikiran Bawah Sadar. Jakarta: Spektrum.

Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia (Keempat ed.). Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Samani, M., & Hariyanto. (2011). Konsep dan Model Pendidikan Karakter. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Ubabuddin. (2018). Konsep Pendidikan Karakter Perspektif Islam. Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam, 7(1), 454-460. Dipetik dari from https://ejournal.unisba.ac.id/index.php/tadib/article/view/3428/2256

UNESCO-UNEVOC. (2005). Learning to Do (Values for Learning and Working Together in a Globalized World. Germany.

Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

Published
2019-12-30