Analisis Alur Belajar Matematika Siswa Inklusi Jenis Kebutuhan Autisme

  • Ahmad Lutfi Sekolah Tinggi Ekonmi Syariah Manna wa Salwa Tanah Datar, Sumatera Barat
  • Alfizah Ayu Indria Sari Sekolah Tinggi Ekonomi Syariah Manna Wa Salwa Tanah Datar, Sumatera Barat
DOI: https://doi.org/10.36052/andragogi.v10i2.294
Abstract Views: 43 | PDF Downloads: 22

Downloads

Download data is not yet available.
  
Keywords: learning flow, student inclusion, autism

Abstract

This study aims to describe the Mathematics Learning Flow of Students' with Inclusion types of Autism Needs in the Material of Addition and Subtraction of Numbers up to Two Numbers. This type of research is qualitative research. The instrument in this study is the researcher himself. Other instruments that support obtaining data are problem-solving tasks and interview guidelines to reveal the flow of students' mathematics learning inclusion types of autism needs. The subjects in this study were two students who included autism needs type, respectively male and female. Based on the results of the analysis that has been carried out by providing problem-solving problems in the form of mathematical problems and being strengthened by conducting interviews, it was found that the type of autism needed with the category of High Functioning Autism followed every step of Polya’s problem solving and in the student's thinking process occurred assimilated. Meanwhile, children with autism needs with the category of Low Functioning Autism do not follow every step of Polya’s problem-solving, and in the process of thinking, this student is likely to accommodate a scheme about simple data that is clearly stated in the problem.

(Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Alur Belajar Matematika Siswa Inklusi Jenis Kebutuhan Autisme Pada Materi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Sampai Dua Angka. Jenis penelitian menggunankan metodologi penelitian kualitatif deskriptif. Instrumen utama pada penelitian ini adalah peneliti sendiri. Instrument lainnya yang mendukung dalam mendapatkan data adalah tugas pemecahan masalah dan pedoman wawancara untuk mengungkapkan alur belajar matematika siswa inklusi jenis kebutuhan autisme. Subjek dalam penelitian ini adalah dua orang siswa inklusi jenis kebutuhan autisme masing-masing laki-laki dan perempuan. Berdasarkan hasil analisa yang telah dilakukan dengan memberikan soal pemecahan masalah berupa soal matematika dan diberi penguatan dengan melakukan wawancara didapatkan bahwa anak dengan kebutuhan autism kategori high functioning autism mengikuti setiap langkah pemecahan masalah menurut Polya dan proses berfikir siswa tersebut terjadi secara asimilasi. Sedangkan anak dengan kebutuhan autism kategori Low Functioning Autism tidak mengikuti setiap langkah pemecahan masalah Polya dan proses berfikir siswa ini cendrung mengakomodasi skema tentang data sederhana yang secara jelas dinyatakan dalam soal).

References

Angayasti, A. R. (2012). Analisis Gambar Anak Berkebutuhan Khusus (Autis) SD Plus Al-Ghifari Tahun Ajaran 2010-2011 Kota Bandung. 2-3. Retrieved November 17, 2021, from http://repository.upi.edu/10442/

Asri, B. (2008). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta

Kamid. (2011). Orientasi Soal Matematika oleh Siswa Autis Berdasarkan Wawancara dan Lembar Jawaban. Edumatica, 1(1), 9-18.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 70 Tahun 2009.

Putri, S. S. (2020). Analisis Kesulitan Belajaran Siswa Berkebutuhan Khusus (Autisme) dalam Pembelajaran Matematika di Kelas Inklusi. 18. Retrieved November 17, 2021, from http://repository.uinjambi.ac.id/3778/

Rakhmawati, E. M. (2020). Analisis Faktor Pendukung Hasil Pembelajaran Daring pada Anak Berkebutuhan Khusus. Retrieved November 17, 2021, from https://proceeding.unnes.ac.id/index.php/snpasca/article/download/569/4 88

Schmidt, S & Venet, M. (2012). Principals Facing Inclusive Schooling or Integration. Canadian Journal of Education, 35(1), 217-238.

Sidik, F. (2020). Aktualisasi Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget dalam Pembelajaran. Jurnal Pajar (Pendidikan dan Pengajaran), 4(6), 1106-1111. doi : http://dx.doi.org/10.33578/pjr.v4i6.8055

Somantri, S. 2006. Psikologi Anak Luar Biasa. Bandung: PT Revika Aditama

Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 50.

Tarnoto, N. (2016). Permasalahan-Permasalahan yang Dihadapi Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusi Pada Tingkat SD. Humanitas, 13(1), 50-61.

Booth, N., Keenan, M., & Dillenburger, K. (2021). Instruction and practice – Are these enough for effective teaching? International Journal of Educational Research Open, 2, 100045. doi: 10.1016/j.ijedro.2021.100045

de Mooij, S. M. M., Kirkham, N. Z., Raijmakers, M. E. J., van der Maas, H. L. J., & Dumontheil, I. (2020). Should online math learning environments be tailored to individuals’ cognitive profiles? Journal of Experimental Child Psychology, 191, 104730. doi: 10.1016/j.jecp.2019.104730

Kholiq, A. (2020). How is Piaget’s Theory Used to Test The Cognitive Readiness of Early Childhood in School? Indonesian Journal of Early Childhood Education Studies, 9(1), 24–28. doi: 10.15294/ijeces.v9i1.37675

Winchester, D. (2016). A Hunger for God: Embodied Metaphor as Cultural Cognition in Action. Social Forces, 95(2), 585–606. doi: 10.1093/sf/sow065

Published
2022-12-24